Mon. Aug 24th, 2026
Petugas teknis PLN sedang melakukan perbaikan intensif pada infrastruktur Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) untuk mengganti segmen kabel yang terbakar.(FOTO/DOK/PLN)

energikita.id – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Raya, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mempawah, bergerak cepat menangani gangguan pada Sistem Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 kV yang berdampak terhadap pasokan listrik di sejumlah wilayah Tanjung Raya dan sekitarnya.

Gangguan diketahui pada Minggu (23/8) sekitar pukul 19.45 WIB setelah masyarakat melaporkan adanya kabel terbakar di sekitar Jembatan Kapuas 2, Kabupaten Kubu Raya. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas PLN segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan, pengamanan, dan penelusuran sumber gangguan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan sejumlah bagian kabel SKTM 20 kV mengalami kerusakan pada lapisan isolasi, termasuk bekas pemotongan, serta hilangnya material grounding. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aksi pencurian material jaringan listrik PLN yang marak terjadi dan menjadi salah satu faktor pemicu gangguan pada sistem kelistrikan.

Manajer PLN ULP Tanjung Raya, Dian Afrizal, mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Awalnya kami menerima laporan adanya kabel yang terbakar di sekitar Jembatan Kapuas 2 disertai padamnya aliran listrik. Petugas langsung bergerak melakukan pengecekan dan pengamanan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan beberapa bagian kabel mengalami kerusakan pada lapisan isolasi, terdapat bekas pemotongan, serta material grounding SKTM yang hilang dan diduga akibat pencurian,” ujar Dian.

Menurut Dian, kerusakan kabel dan hilangnya material grounding berdampak pada sistem pengamanan jaringan. Gangguan tersebut kemudian meluas hingga memengaruhi empat penyulang yang terhubung dengan sistem SKTM 20 kV.

“Kerusakan kabel dan hilangnya grounding berdampak pada sistem pengamanan jaringan. Selanjutnya terjadi gangguan hingga kabel utama SKTM 20 kV terbakar dan berdampak pada empat penyulang. Tim langsung melakukan pengamanan, mengisolasi titik gangguan, serta melakukan penanganan jaringan agar pasokan listrik dapat dipulihkan secara bertahap,” jelasnya.

Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan personel dan peralatan teknis ke lokasi. Petugas melakukan pelacakan titik gangguan, pengamanan jaringan, penanganan material terdampak, serta manuver sistem untuk meminimalkan wilayah yang mengalami pemadaman.

Gangguan tersebut sempat berdampak terhadap pasokan listrik di sejumlah wilayah, khususnya Tanjung Raya dan sekitarnya. Dalam setiap tahapan penanganan, PLN tetap mengutamakan keselamatan kerja dan keamanan jaringan agar proses penormalan dapat dilakukan secara aman dan terukur.

Manajer PLN UP3 Mempawah, Abdul Azis, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan PLN segera mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pasokan listrik.

“Gangguan ini berdampak cukup luas karena terjadi pada jaringan SKTM 20 kV yang menyuplai beberapa penyulang. Begitu menerima laporan, PLN langsung melakukan pengamanan, pelacakan titik gangguan, dan penanganan jaringan. Kami mengerahkan personel serta peralatan yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” kata Abdul Azis.

Abdul Azis menegaskan, kehilangan maupun kerusakan material jaringan kelistrikan tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian terhadap aset, tetapi juga dapat mengganggu keandalan sistem dan berdampak langsung terhadap pelayanan listrik kepada masyarakat.

“Jaringan kelistrikan merupakan infrastruktur vital yang menopang berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga aset kelistrikan. Apabila menemukan aktivitas atau orang yang mencurigakan di sekitar jaringan maupun instalasi PLN, segera laporkan kepada PLN atau pihak berwajib dan jangan mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.

PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan akibat gangguan tersebut. PLN memastikan seluruh upaya penanganan dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan, keandalan sistem, dan percepatan pemulihan pasokan listrik.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Seluruh personel di lapangan terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan. Kami juga mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga aset dan instalasi kelistrikan. Keandalan listrik bukan hanya tanggung jawab PLN, tetapi membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama,” tutup Abdul Azis.(*)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *